Termenung ku dalam segala kesepian
Sepi yang hadir dalam riuh keramaian
Sepi yang hadir dalam riuh keramaian
Hingga tak mampu meredam tangis penuh kesesalan
Mungkin bagimu aku begitu naif
hingga aku tak bisa melawan rindu yang menusuk semakin dalam
Secerca harapan semu yang kau sia-siakan
sebuih rasa yang kau campakkan
membuat aku tak berdaya tersiksa dalam penantian.
Kenapa harus dia yang selalu ada dalam setiap pembicaraan?
Dia yang selalu kau puja tanpa sedikitpun ada kata celah
Hingga kau lupa tempat yang kau ajak bicara
adalah dermaga yang menanti layarmu berlabuh
Aku tak pernah sedikitpun menyesal dalam cinta
karena cinta tak pernah memberiku rasa sakit
Sesal itu ada karena tak bisa sedikitpun aku bisa membuatmu bahagia.
Wahai cinta yang tak pernah mencinta...
Senyummu masih membuat aku tak bisa bicara
Hanya rajutan kata yang mampu ku lukis dalam kain penuh lara.
Wahai cinta yang tak pernah mencinta...
kini saatnya aku beranjak
Karena aku yakin rasaku terlalu mulia untuk kau singgahi
Karena aku yakin sesal akan menghantuimu
Hingga nanti kau akan hanyut oleh banjir air matamu sendiri
yang dengannya kau tak akan pernah bisa sekalipun mampu
menyebut nama orang yang saat ini kau sakiti.
Oleh: @TalineJiwo
